Friday, September 21, 2007

Maaf !!!

Maaf…
Untuk semua mimpi yang pernah menghiasai tidurmu
Dengan segala warna yang aku cipta di sana

Maaf…
Untuk semua senyum yang menghias pandanganmu
Dengan segala sketsa yang aku ukir di dalamnya

Maaf…
Untuk semua kata yang melintas di telingamu
Dengan segala kemerduan yang aku uajrkan untukmu

Maaf…
Untuk semua yang pernah ada
Kerana aku dan kamu bukanlah Saturday

BSD City, 21 September 2007 @ 23:38 WIBB

Teman Misterius

Engkau hadir dalam sepi malamku
Menjadi teman dalam kesendirianku
Membuatku tertawa
Membawaku dalam kejengkelan
Membuatku terlena akan sunyi

Aku penasaran akan engkau
Aku ingin berjumpa dengan engkau
Walau hanya sedetik saja
Memandang wajahmu yang selalu aku terka terka
Dibalik kamera di depan wajahmu

BSD City, 21 September 2007 @ 23:35 WIBB

Buat teman baruku maya_shandy

CINTA YANG TERDALAM

Dalam buliran beku airmataku
Tengadah tangan ini selalu munajat kepadaMU
Menghela dosa dalam diriku

Dalam setiap detik waktuku
Sujud dan puji puji selalu tergelar untukMU
Memberikan kesejukan dalam ragawiku

Dalam waktu yang terus berlalu
NamaMU yang selalu aku sebut dalam hatiku
Membawaku damai dalam menjalani waktu

Dalam buaian kegalauan hatiku
Selalu ada ENGKAU dalam benakku
Membawaku dalam kepastian yang hakiki

ENGKAU selalu ada dalam diriku
Menjelma menjadi bagian diriku yang Saturday

BSD City, 21 Sept 2007 @ 23:28 WIBB

Tuesday, August 28, 2007

Aku Juga Manusia

Ada yang bertutur bahwa,
Hidup merupakan sebuah perjalanan panjang
Bergelayut dalam detik detik yang terus merangkak
Berjalan dalam menit menit yang terus berganti
Berlari dalam jam jam yang terus bertemu kembali

Ada yang menganggap bahwa,
Hidup adalah persinggahan perjalanan sebenarnya
Sebuah persinggahan yang hanya sebentar saja
Menjadi penentuan dalam perjalanan sebenarnya
Menjadi pondasi dalam perjalanan hakiki

Ada yang berpikir bahwa,
Hidup merupakan sebuah pilihan
Bermula dari pilihan untuk hidup dan mati
Berlanjut dengan pilihan dalam menjalani hidup
Begitu banyak pilihan yang menyergap dalam hidup

Ada yang bernyanyi bahwa,
Hidup adalah pesta pora
Tanpa tahu asal kehidupan yang singkat
Tanpa sadar kembalinya hidup yang hakiki
Yang penting bisa hura hura sepanjang waktu

Ada yang bersyair bahwa,
Hidup merupakan ujian Sang Khalik
Mengalirkan waktu dalam perjalanan manusia
Membuatkan persimpangan dalam pilihan hidup manusia
Melimpahkan materi dalam hura hura manusia

Aku berpikir bahwa,
Kehidupan, perjalanan, pilihan, dan kesenangan
Bagian pasti dalam hidup di dunia
Merangkai cipta, rasa dan karsa manusia
Karena aku juga manusia

BSD City, 29 Agustus 2007 @ 00:05 WIBB

Aku dan Kamu

Aku berlari kecil dalam gerimis
Membawakan sekotak harapku atasmu
Menggelarkan setangkup payung sayangku
Menjelangmu di ujung gang kecil ini

Aku masih berdiri di ujung gang ini
Aku menyambut datangmu di bawah rinai gerimis
Dengan secuil senyuman yang aku punya
Sisa sisa dari dingin yang menusuk tulangku

Aku mendekapmu di ujung gang ini
Merapatkan tubuhmu dalam pelukan ku
Mengapit lenganmu ke atas pinggang ku
Dan kitapun susuri gang kecil ini bersama

Aku akan selalu mendekapmu dalam gerimis
Kemarin, hari ini, ataupun esok
Membuatmu nyaman, dalam lindungan payung cinta ku
Memberimu hangat, dengan selimut tubuh sayang ku
Menjelang datangmua, dengan senyuman kasih ku

Aku, kamu ....

BSD City, 28 Agustus 2007 @ 21:49 WIBB

Monday, August 27, 2007

Aku dan Hatimu

:D Ode tuk Istriku

Aku dan hatimu
Sebuah tautan suci yang tercipta
Antara anak Adam dan Hawa
Mengisi ruang kosong dalam jejal bumi

Aku dan hatimu
Mengarungi sebuah kisah baru bersama
Meramaikan sinetron kehidupan yang terobral

Aku dan hatimu
Bersama memadu janji
Berdua mengucap setia
Dalam taburan suci Rahmat Sang pencipta

BSD City, 27 Agustus 2007 @ 20:34 WIBB

Aku dan Waktu

Malam terus merangkak....
Meninggalkan aku yang masih terduduk
Bergelut dengan sejuta huruf dan angka

Malam semakin kelam
Bertabur bintang yang pudar pendarnya
Memaksaku terengah dalam kesendirian
Menyibak wajah dengan butiran air mata

Aku terhanyut....
Duniawi membawaku berkelana dalam hari
Materi menculikku dalam kesadaran hati

Dan akupun masih tersadar...
Saat semua membawaku menjauh dari waktuku
Meninggalkan waktu yang tercarut dalam hari hariku
Menanggalkan kalender dalam nadi nadi umurku

Aku masih saja sadar...
Yaa, aku masih saja sadar saat ini
Hanya buliran air mata yang membangunkan aku
Hanya buliran air mata yang membawaku kembali

BSD City, 27 Agustus 2007 @ 20:27 WIBB

Aku dan Senja

Mentari sudah berlabuh di peraduan
Meninggalkan riak mega mega diantara awan
Bebuih awan kelam tersebar tanpa arah
Menghiaskan senjaku yang kurasa sunyi

Angin malam terasa memagut ragaku
Menyeruak ke dalam tubuh lemasku
Meninggalkan seutas kerinduan pada kekasih
Yang membawaku melambungkan angan ke cakrawala
Bertaut diantara mega mega
Berlari lari diantara liku liku awan

Aku berharap rembulan menemaniku
Atau cukup sang bintang di sisiku sekarang

Namun...
Aku sudah semakin rapuh
Terasing dalam jubah kerinduan
Aku semakin pasrah
Tergolek dalam cawan penantian

Entah...
Sampai kapan aku sanggup bertahan
Sampai kapan aku mampu terjaga
Untuk dapat menatapmu walau hanya untuk sesaat

BSD City, 27 Agustus 2007
http://radenmasaye.blogspot.com

Aku Kembali

Aku kembali....
Dengan segenap kenangan dihatiku
Menemui sebuah masa lalu yang kutinggalkan
Memungut ceceran kisahku sepanjang jalan
Kisah yang tercabit cabik serigala masa lalu
Memuaikan memoryku hingga ke ujung waktu

BSD City, 27 Agustus 2007 @ 11:40 WIBB

Sunday, August 26, 2007

Mati Rasa

Maaf Cinta...
Senja tak bisa aku usir
Senja akan terus ada diwaktuy kita

Dan....
Senja akan datang dan pergi sendiri
Bukan di undang olehku atau kamu
Bukan dijemput olehmu ataupun aku
Senja akan pergi dengan sendirinya
Kala mega merah sudah lelah bertahta
Kala kerling sang bintang mengisi ruang

Maaf cinta
Aku tak dapat mengusir senja
Akupun tak sanggup mendatangkan bintang untukmu
Walaupun, aku begitu sayang kepadamu

BSD City, 27 Agustus 2007
http://radenmasaye.blogspot.com
________________________________

From: bungamatahari@yahoogroups.com On Behalf Of wanitaacehtangguh
Sent: Sunday, August 26, 2007 4:08 AM
To: bungamatahari@yahoogroups.com
Subject: [BungaMatahari] Mati Rasa

Jauhkan saja senja dari hadapanku
karena aku haya ingin diam
dan menatap bintang

26 Agust 2007, Aceh

Saturday, August 25, 2007

Kembara 9 Hari

:D Ode tuk Raisyah Ali

Masih saja aku merenung
Pada sebuah kisah petualangan 9 hari
Dengan seorang gadis mungil sebagai peran utama
Kisah yang mungkin sering kita mendengarnya

Masih saja aku termangu
Dengan semua kisah yang melumat isi otakku
Mengembara dalam peran yang menyentuh hatiku
Menempatkan hatiku pada sang peran

Andai aku menjadi sang gadis mungil
Rasa rindu kepada papa dan mama pasti menyeruak
Dalam tiap detik yang terus berputar lambat
Rasa takut dalam kungkungan perasaan
Dalam setiap langkah yang kami lalui bersama
Mama ... Papa ...
Engkau dimana ??
Dede pengen tidur sama mama dan papa
Dede pengen di cium mama dan papa
Dede pengen terlelap dalam buaian mama

Dan aku masih saja mengembara dalam hening
Dalam iringan rintik hujan yang basahi senja ini

Jikalau aku menjadi satu dari sang kawanan
Hatiku pasti ciut dengan semua yang kami lakukan
Orang nomor satu di negri ini sampai turun ucapan
Menjamin kami dalam lindungan yang penuh
Jiwaku pasti menangis pilu
Teringat ayah bunda ku di rumah
Yang mendidik ku dengan sepenuh kasih sayang
Yang merawatku dengan curahan tiap peluh dan tenaga
Hidupku terasa tiada bermakna
Dengan segala dosa yang sedang kami lakukan
Sang Maha Suci, mohon ampunkan khilaf kami

Hujan masih saja mengguyur dengan layu
Membawa kembaraku terus membahana angkasa jiwa
Menyeruak setiap jengkal penjuru dunia angan anganku
Membawaku sampai ujung petualangan yang hingar

Dan aku masih saja terdiam di pojok ruangan ini
Bersama sebatang rokok yang telah lama pupus
Dengan secangkir kopi yang sudah pindah tempat
Menyeruak kerongkongan, menaburkan kesejukan akan kembaraku

BSD City, 25 Agustus 2007 @ 19:38 WIBB

Teruntuk Dinda Raisyah, Alhamdulillah engkau telah kembali. Berharap tawa dan candamu kembali mengiasi wajahmu yang ayu rupawan

Sepatah Kata

Malam semakin larut
Aku masih terjaga dalam keheningan
Sendiri disampingmu yang terbuai mimpi indah
Menatap indah pesonamu disampingku

Malam kian sunyi
Aku masih saja memandangmu
Dengan segala sayang yang ada dihati
Dengan segala cinta yang aku miliki
Dengan segala kekuranganku menyayangmu

Malam bertambah dingin
Dalam pelukan sang purnama indah
Aku kecup keningmu yang indah
Aku bisikkan sepatah kata
"Aku sayang kamu!!"
Dan perlahan kurebahkan tubuhku
Menemanimu dalam mimpimu

BSD City, 25 Agustus 2007 @ 15:22 WIBB

Aku...

Saat relung hatiku kini kosong
Tanpa cintamu menghiasi langit jiwaku
Hampa yang kurasakan setiap waktu

Aku selalu bermimpi dalam terjagaku
Tentang indahnya senyuman manismu
Tentang hangatnya kebersamaan aku dan kamu
Tentang megah istana cita yang kita bangun berdua
Tentang asrinya negri cinta yang kita bayangkan bersama

Aku hanya dapat memimpikan kamu
Tanpa bisa menyentuhmu dengan cintaku
Tanpa bisa memelukmu dengan kerinduanku
Tanpa bisa menciummu dengan sayangku

Aku hanya sendiri....
Aku hanya bermimpi....
Aku hanya berangan angan....
Aku hanya terduduk berlama lama....
Aku hanya menangis....
Dalam setiap waktuku
Menemani pusaramu yang mulai mengering


BSD City, 25 Agustus 2007 @ 08:05 WIBB

Saturday, August 18, 2007

Malamku

Malam menghujam dalam pekat
Membawaku luruh dalam buaian mimpi
Membuatkau terlena dalam alunan lelap

Malam masih saja merangkak
Kala kuterjaga dalam ambang fajar
Menengadah menatap berjuta harap
Menunduk menabur berjuta impian
Menangis memohon berjuta cita

Malam masih saja menyelimuti
Saat mentari menyibak kabut pagi
Membawa kehangatan akan alam semesta

Malam perlahan hilang
Entah, nanti akan kembali padaku atau tidak
Hanya harap, cita dan impian membahana
Dalam ambang hatiku dan Pencipta-ku

BSD City, 18 Agustus 2007 @ 14:23 WIBB

Friday, August 17, 2007

Hari Merdeka - Part 8

:Merdekakah kami ?

Sang Ayah tidak dapat berucap sepatah kata
Hanya diam
Hanya membisu
Hanya meneteskan airmata
Hanya menatap langit yang mendung

Sang Ayah hanya membatin
"Maafkan ayahmu nak"
"Engkau seharusnya bisa sekolah bersama temanmu"
"Engkau seharusnya bermain bukan mengemis"
"engkau harusnya bisa seperti anak anak yang lain"

"Maafkan ayahmu nak",
ucap sang ayah lirih kepada anaknya

Bangsa memang sudah merdeka
Tapi kita belum nak
Kita masih berperang dengan kemiskinan
Kita masih berperang dengan nurani pejabat
Kita masih berperang dengan hidup
Sabar ya anakku

BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:34 WIBB

http://radenmasaye.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------------
From: bungamatahari@yahoogroups.com On Behalf Of andri vb
Sent: Friday, August 17, 2007 9:40 AM
To: bungamatahari@yahoogroups.com
Subject: [BungaMatahari] Seorang Anak Bertanya Pada Ayahnya

Seorang Anak Bertanya Pada Ayahnya
Seorang anak bertanya pada ayah nya:
Kenapa saya tidak bisa sekolah?
Kenapa saya disuruh mengemis di lampu merah?
Kenapa saya tidak seperti anak-anak lainnya
Katanya sudah merdeka?

17 Agustus 07
Andri vb

Hari Merdeka - Part 7

:Cerita Kakekku

Kakekku dulu pernah bercerita
Tentang semangat juang dimasa mudanya
Juga tentang luka luka yang di dera tubuhnya
Peluru musuh pernah mampir ke paha dan lengannya
Serpihan granat pernah juga hinggap di punggungnya

Kakekku dulu pernah bercerita
Tidak hanya beliau yang maju ke medan laga
Masih banyak rekan seperjuangan yang tinggal nama
Mengorbankan jiwa raga demi Ibu Pertiwi

Kakekku juga pernah bercerita
Tentang beratnya tantangan di masa penajajahan
Tentang susahnya bertahan di masa penjajahan
Tentang kemiskinan di masa penjajahan

Itu semua cerita kakekku dulu

Namun, kemarin kakekku juga bercerita
Tentang susahnya hidup dimasa sekarang ini
Tentang beratnya tantangan dimasa sekarang ini
Tentang kemiskinan dimasa sekarang ini

Kakekku hanya meneteskan air mata
Sembari bergumam lirik
“Merdeka… hanya bagi yang berkuasa”

BSD City, 18 Agustus 2007 @ 07:22 WIBB

Hari Merdeka - Part 6

:Detik Detik

Aku masih saja di sini
Menghadap sebuah layar yang kaku
Hanya jemari yang bermain tanpa irama

Hmm, lamat lamat aku mendengar
Gemuruh disana, gemururh di sini menyerukan
"Merdeka... Merdekaa... merdekaaa..!!"
Entah, semua tedengar nyata bagiku
Tanpa siluet yang menghadang telingaku

Yah.....
Aku merasa kembali ke masa itu
Masa dimana tonggak kemerdekaan diserukan
Masa dimana sejarah negri akan mulai terukir indah
Masa dimana kehidupan bangsa mulai di gariskan
Masa dimana detik detik lahirnya bangsa ini dikumandangkan

Aku menggigil dalam hiruk pikuknya
Aku menangis dalam riuh rendah kemenangan
Aku terpasung dalam sorak sorai kemerdekaan

Dan,
aku masih saja di sini ...
Tertunduk lesu dalam kesunyian
Menerawang langit yang tiada kuraih ujungnya
Bersama pesta ribuan rakyat yang merdeka

BSD City, 17 Agustus 2007 @ 08:20 WIBB

Malam Ini - 2

senyumanku tiada bersayap malam ini
entah...
patah atau terjatuh menjelang malam tadi
semua tiada teringat dalam ingatanku
hanya tetes airmata yang menyertaiku saat ini
tanpa senyuman ataupun sayap kecil senyuman

malam ini
malaikatku entah ada dimana
hanya sendiri ku dalam kebekuan hati
tanpa pikiran yang membawaku melayang jauh
menyebrang angkasa raya
mendaki langit ke tujuh

BSD City, Monday, August 13, 2007 11:59 PM