:D Ode tuk Raisyah Ali
Masih saja aku merenung
Pada sebuah kisah petualangan 9 hari
Dengan seorang gadis mungil sebagai peran utama
Kisah yang mungkin sering kita mendengarnya
Masih saja aku termangu
Dengan semua kisah yang melumat isi otakku
Mengembara dalam peran yang menyentuh hatiku
Menempatkan hatiku pada sang peran
Andai aku menjadi sang gadis mungil
Rasa rindu kepada papa dan mama pasti menyeruak
Dalam tiap detik yang terus berputar lambat
Rasa takut dalam kungkungan perasaan
Dalam setiap langkah yang kami lalui bersama
Mama ... Papa ...
Engkau dimana ??
Dede pengen tidur sama mama dan papa
Dede pengen di cium mama dan papa
Dede pengen terlelap dalam buaian mama
Dan aku masih saja mengembara dalam hening
Dalam iringan rintik hujan yang basahi senja ini
Jikalau aku menjadi satu dari sang kawanan
Hatiku pasti ciut dengan semua yang kami lakukan
Orang nomor satu di negri ini sampai turun ucapan
Menjamin kami dalam lindungan yang penuh
Jiwaku pasti menangis pilu
Teringat ayah bunda ku di rumah
Yang mendidik ku dengan sepenuh kasih sayang
Yang merawatku dengan curahan tiap peluh dan tenaga
Hidupku terasa tiada bermakna
Dengan segala dosa yang sedang kami lakukan
Sang Maha Suci, mohon ampunkan khilaf kami
Hujan masih saja mengguyur dengan layu
Membawa kembaraku terus membahana angkasa jiwa
Menyeruak setiap jengkal penjuru dunia angan anganku
Membawaku sampai ujung petualangan yang hingar
Dan aku masih saja terdiam di pojok ruangan ini
Bersama sebatang rokok yang telah lama pupus
Dengan secangkir kopi yang sudah pindah tempat
Menyeruak kerongkongan, menaburkan kesejukan akan kembaraku
BSD City, 25 Agustus 2007 @ 19:38 WIBB
Teruntuk Dinda Raisyah, Alhamdulillah engkau telah kembali. Berharap tawa dan candamu kembali mengiasi wajahmu yang ayu rupawan